Minggu, 31 Juli 2016

6 Kriteria Tempat Penitipan Anak Yang Bagus

6 Kriteria Tempat Penitipan Anak Yang Bagus

Bekerja jadi alasan utama orang tua memikirkan tentang day care atau penitipan anak.

Bekerja jadi alasan utama orang tua memikirkan tentang day care atau penitipan anak. Sebelum Moms memasukkan anak ke salah satu day care, sebaiknya pelajari dulu atau membandingkan beberapa pilihan day care. Moms bisa bertanya-tanya dan observasi paling tidak selama 1-3 bulan.

Lalu bagaimana caranya kita bisa tahu kalau tempat penitipan anak tersebut bagus atau tidak? Moms bisa merujuk pada kriteria yang dijelaskan di babycenter.com berikut.

1. Memiliki reputasi yang bagus

Banyak yang merekomendasikan tempat penitipan anak tersebut atau menjadi salah satu yang dikenal banyak orang.

2. Mempunyai peraturan

Day care tersebut kebijakan tertulis seperti jam operasional, walaupun waktu masih bisa agak fleksibel kalau Anda telat menjemput atau mengantarnya.

3. Memiliki kurikulum

Day care yang bagus memiliki kegiatan dengan jadwal yang terstruktur seperti aktifitas kelompok dan individu, waktu makan, waktu membaca dan waktu bermain bebas.

4. Tenaga pengasuh yang berkualitas

Pengasuh yang berpengalaman atau pernah menjadi baby sitter. Tapi karyawannya harus berpendidikan dalam pendidikan anak usia dini.

5. Makanannya sehat

Jika disediakan makanan dari day care, tanyalah menunya. Apakah bervariasi dan bergizi atau itu-itu saja.

6. Tempatnya bersih dan aman

Higienitas tempat penitipan anak itu penting agar anak juga terjaga kesehatannya. Selain itu, harus ada pengawasan seperti satpam yang bertanggung jawab menjaga anak-anak agar tidak keluar masuk day care tanpa pengawasan atau sebelum mereka dijemput orang yang seharusnya menjemput.

Jadi, kalau ada day care yang sudah masuk kriteria-kriteria diatas artinya Moms sudah menemukan day care yang tepat.

Pilih Baby Sitter atau Tempat Penitipan Anak

Sebaiknya jangan terlalu paranoid dengan kejadian-kejadian ataupun berita yang pernah kita baca, dengar, dan lihat di media. Tapi bukan berarti kita tidak waspada dan hati-hati. Berpikir positif itu merupakan jalan tengah terbaik. Jika anda betul-betul tidak punya waktu untuk mengurus anak sendiri karena suami/istri bekerja, saya punya saran berikut ini:

Jika anda memutuskan untuk menggunakan babby sitter :

Sebaiknya anda mengenal dengan jelas siapa, dari mana, bagaimana perilaku babby sitter yang akan direkrut. Sebaiknya lakukan audisi sendiri dan jangan mudah percaya begitu saja dengan penjelasan formal agen baby sitter. Jika perlu lakukan pengecekan alamat yang tertera di ktp-nya, jangan pernah ambil baby sitter yang beralamat terlalu jauh dari kota anda (contoh kalo anda tinggal di Jakarta ya..sekitaran jabodetabek deh..ini akan memudahkan anda dalam pengecekan alamat tinggal-nya).
Alangkah lebih baik jika yang mengasuh anak kita adalah orang terdekat kita seperti orang tua kita atau minimal ada hubungan kerabat dekat dengan kita, dengan pilihan ini, anda sedini mungkin mengetahui dengan jelas karakter yang mengasuh anak anda.

Jika anda memutuskan untuk menggunakan jasa penitipan anak:

TPA yang keren, canggih, dan terkenal tidak menjamin anak anda nyaman berada di tempat itu. Hal utama yang harus diperhatikan adalah :
1. Pastikan terlebih dulu segala fasilitas penunjangnya, bagaimana tingkat keamanan dan kenyamanan-nya, dan lokasi-nya tidak jauh dari lokasi tempat tinggal atau tempat kerja anda.
2. Bagaimana profesionalitas pengasuh-pengasuh TPA, sempatkan waktu anda minimal satu hari berada di TPA tersebut untuk mengenal lebih jauh pengasuh TPA tersebut. Jika anda bisa mengenal secara personal dengan pengasuh-pengasuh di TPA tersebut, maka diharapkan mereka bisa memberikan perhatian extra terhadap anak kita.
3. Coba perhatikan rasio jumlah pengasuh dan anak yang diasuhnya. Jika rasio 1 banding 1 tidak mungkin, maksimal 1 banding 3 dirasa cukup.
4. Berikan informasi yang cukup mengenai kondisi terakhir anak kita sebelum dititipkan dan kebiasan-kebiasaan yang sering dilakukan kepada pihak TPA. Jangan lupa berikan nomor telepon anda yang bisa dengan cepat mereka hubungi, ini penting jika terjadi sesuatu hal dengan anak kita.

Tapi yang terpenting untuk kita ingat adalah:
ANDA BERDUALAH PENGASUH SEJATI ANAK, BUKAN ORANG LAIN. JANGAN PERNAH MEMBIARKAN ANAK LEBIH TERGANTUNG DAN LEBIH NYAMAN DENGAN ORANG LAIN SELAIN ORANG TUA-NYA. MANFAATKAN WAKTU SEMPIT ANDA UNTUK BERKOMUNIKASI SECARA INTENS DAN BERKUALIATAS DENGAN ANAK ANDA.

Semoga bisa bermanfaat. Tetaplah menjadi orang tua terbaik bagi anak-anak kita.

Salam hangat.

Kamis, 23 Juni 2016

Hidari 6 Kesalahan Memberi Makanan Untuk Bayi

HINDARI 6 KESALAHAN MEMBERI MAKANAN UNTUK BAYI

Tak terasa si kecil sudah memasuki usia 6 bulan, ibu dan ayah harus mulai mempertimbangkan untuk memberikan makanan untuk bayi sebagai makanan pendamping ASI. Apa saja yang harus diperhatikan dalam memberikan makanan untuk bayi?

Kesalahan-kesalahan dalam memberi makanan untuk bayi:

1. Terlalu cepat memberikan makanan pendamping ASI
Masih banyak terjadi bayi dibawah usia 3 (tiga) bulan sudah diberikan makanan pendamping ASI, seperti pisang dan pepaya. Biasanya orangtua beranggapan karena bayi tidak cukup kenyang hanya dengan meminum ASI, juga dikarenakan dahulu ketika masih kecil, ayah atau bunda juga diberikan makanan pendamping ASI seperti pisang sejak usia 1 bulan dan sekarang terbukti baik-baik saja. Padahal memberikan makanan pendamping terlalu cepat dapat menyebabkan dampak negatif pada bayi, antara lain:

a. gangguan sistem serap makanan karena saluran pencernaan dan ginjal belum sempurna
b. bayi dapat tersedak, karena belum bisa mengunyah dan menelan dengan baik, Makanan tersebut dapat menutupi saluran pernafasan, hingga bayi menjadi kesulitan bernafas, yang dapat megakibatkan kematian
c. Invaginasi yaitu masuknya usus bagian atas ke dalam usus bagian bawah, yang menyebabkan perut bayi menjadi sakit terus menerus dan menjadi sulit makan, hal ini dibutuhkan pertolongan segera karena dapat menyebabkan kematian pada bayi.
d. Memberikan kontak kepada alergi menjadi lebih cepat juga, sehingga respon alergi pada bayi menjadi lebih sering.

2. Susu terus menerus
Sebaliknya ketika sudah saatnya untuk diberikan makanan pendamping ASI, tapi ayah atau bunda terus memberikannya dengan susu dengan alasan bayi tidak mau makan. Hal ini menyebabkan kecukupan gizi untuk bayi tidak dapat dipenuhi. Bayi juga harus mulai untuk belajar mengunyah dan menelan ketika memasuki usia 6 bulan.

3. Memberikan vitamin
Karena ingin bayi lahap makan, orangtua langsung memberikan vitamin pada si kecil. Orangtua harus mengerti pemberian vitamin memang tidak dilarang tapi hanya diberikan dalam kondisi tertentu, seperti baru sembuh dari sakit atau sedang dirawat di rumah sakit. Kebanyakan vitamin justru akan membuat bayi menjadi diare.

4. Memberikan telur mentah
Banyak keyakinan bahwa telur mentah akan memberikan daya tahan pada bayi. Padahal justru sebaliknya, karena bisa saja telur sudah terkontaminasi dengan virus.

5. Ketidakseimbangan Gizi
Karena si kecil sangat menyukai bubur, maka orangtua memberikan menu yang itu-itu terus tanpa variasi. Padahal keseimbangan antara karbohidrat, lemak, protein buah dan sayuran harus seimbang. Dan biarkan si kecul merasakan variasi makan sehingga dapat mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan.

6. Tidak bersih
Hati-hati! Daya tahan tubuh bayi lebih rentan. Mereka memerlukan alat makan yang bersih sehingga saluran pencernaan bayi tidak terganggu. Bila kebersihan alat makanan untuk bayi tidak terjaga, besar kemungkinan bayi akan mudah terkena diare.

Memang diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam memperkenalkan dan memberikan makanan untuk bayi, apalagi kebiasaan bayi ‘melepeh‘ di awal perkenalannya dengan makanan padat. Hal ini sangat wajar, karena selama menyusus bayi mempunyai reflek ekstrusi, yaitu memasukkan dan menjulurkan lidahnya. Maka saat makanan diberikan bayi akan reflek menjulurkan lidahnya saat makanan berada di ujung lidahnya yang mengakibatkan makanan menjadi keluar. Padahal bayi berniat untuk menelannya dengan menjulurkan lidahnya menurut kebiasaannya menyusu. Dan keahliannya menelan akan semakin mahir dari waktu ke waktu.

sumber: http://id.theasianparent.com/

Makanan Sehat Tapi Tidak Baik Untuk Bayi

MAKANAN SEHAT TAPI TIDAK BAIK UNTUK DIKONSUMSI SI KECIL

Ada beberapa jenis makanan Si Kecil yang kerap dicap sebagai hidangan lezat bernutrisi, seperti susu dan sereal. Namun, tak selamanya jenis makanan ini sehat dan baik untuk buah hati Anda, terutama makanan dalam kemasan yang sudah ditambahkan gula dan garam. Berikut jenis makanan sehat yang perlu Anda waspadai dilansir dari foxnews.com.

1. SUSU
Anak-anak membutuhkan susu untuk menjaga kesehatan tulangnya. Namun tidak benar jika mereka membutuhkan lemak ekstra yang ada di dalam susu. Tak ada salahnya untuk memberikan susu rendah lemak yang juga tinggi akan kalsium, vitamin, dan mineral.

2. SEREAL
Menemukan sereal sehat sekarang ini sangatlah sulit. Karena banyak sereal yang sebenarnya hanya mengandung sedikit kandungan biji-bijian (seperti gandum) yang menyehatkan. Selain itu, sereal kemasan juga kerap mengandung gula tambahan. Sebelum membelinya, perhatikan daftar label nutrisi pada kemasan.

3. YOGHURT
Tahukah Anda bahwa yoghurt yang dijual di pasaran, sebagian besar mengandung banyak gula dan pewarna buatan. Sebaiknya berikan yoghurt yang rendah lemak atau bebas lemak, dengan rasa alami atau plain.

4. JUS BUAH
Jus buah mengandung banyak vitamin dan mineral. Sayangnya, tambahan gula di dalamnya justru dapat menjadi pemicu obesitas pada anak. Karena itulah, sebaiknya Anda memberikan buah segar yang mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral.

sumber: www.motherandbaby.co.id

Hidari 6 Kesalahan Memberi Makanan Untuk Bayi

HINDARI 6 KESALAHAN MEMBERI MAKANAN UNTUK BAYI

Tak terasa si kecil sudah memasuki usia 6 bulan, ibu dan ayah harus mulai mempertimbangkan untuk memberikan makanan untuk bayi sebagai makanan pendamping ASI. Apa saja yang harus diperhatikan dalam memberikan makanan untuk bayi?

Kesalahan-kesalahan dalam memberi makanan untuk bayi:

1. Terlalu cepat memberikan makanan pendamping ASI
Masih banyak terjadi bayi dibawah usia 3 (tiga) bulan sudah diberikan makanan pendamping ASI, seperti pisang dan pepaya. Biasanya orangtua beranggapan karena bayi tidak cukup kenyang hanya dengan meminum ASI, juga dikarenakan dahulu ketika masih kecil, ayah atau bunda juga diberikan makanan pendamping ASI seperti pisang sejak usia 1 bulan dan sekarang terbukti baik-baik saja. Padahal memberikan makanan pendamping terlalu cepat dapat menyebabkan dampak negatif pada bayi, antara lain:

a. gangguan sistem serap makanan karena saluran pencernaan dan ginjal belum sempurna
b. bayi dapat tersedak, karena belum bisa mengunyah dan menelan dengan baik, Makanan tersebut dapat menutupi saluran pernafasan, hingga bayi menjadi kesulitan bernafas, yang dapat megakibatkan kematian
c. Invaginasi yaitu masuknya usus bagian atas ke dalam usus bagian bawah, yang menyebabkan perut bayi menjadi sakit terus menerus dan menjadi sulit makan, hal ini dibutuhkan pertolongan segera karena dapat menyebabkan kematian pada bayi.
d. Memberikan kontak kepada alergi menjadi lebih cepat juga, sehingga respon alergi pada bayi menjadi lebih sering.

2. Susu terus menerus
Sebaliknya ketika sudah saatnya untuk diberikan makanan pendamping ASI, tapi ayah atau bunda terus memberikannya dengan susu dengan alasan bayi tidak mau makan. Hal ini menyebabkan kecukupan gizi untuk bayi tidak dapat dipenuhi. Bayi juga harus mulai untuk belajar mengunyah dan menelan ketika memasuki usia 6 bulan.

3. Memberikan vitamin
Karena ingin bayi lahap makan, orangtua langsung memberikan vitamin pada si kecil. Orangtua harus mengerti pemberian vitamin memang tidak dilarang tapi hanya diberikan dalam kondisi tertentu, seperti baru sembuh dari sakit atau sedang dirawat di rumah sakit. Kebanyakan vitamin justru akan membuat bayi menjadi diare.

4. Memberikan telur mentah
Banyak keyakinan bahwa telur mentah akan memberikan daya tahan pada bayi. Padahal justru sebaliknya, karena bisa saja telur sudah terkontaminasi dengan virus.

5. Ketidakseimbangan Gizi
Karena si kecil sangat menyukai bubur, maka orangtua memberikan menu yang itu-itu terus tanpa variasi. Padahal keseimbangan antara karbohidrat, lemak, protein buah dan sayuran harus seimbang. Dan biarkan si kecul merasakan variasi makan sehingga dapat mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan.

6. Tidak bersih
Hati-hati! Daya tahan tubuh bayi lebih rentan. Mereka memerlukan alat makan yang bersih sehingga saluran pencernaan bayi tidak terganggu. Bila kebersihan alat makanan untuk bayi tidak terjaga, besar kemungkinan bayi akan mudah terkena diare.

Memang diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam memperkenalkan dan memberikan makanan untuk bayi, apalagi kebiasaan bayi ‘melepeh‘ di awal perkenalannya dengan makanan padat. Hal ini sangat wajar, karena selama menyusus bayi mempunyai reflek ekstrusi, yaitu memasukkan dan menjulurkan lidahnya. Maka saat makanan diberikan bayi akan reflek menjulurkan lidahnya saat makanan berada di ujung lidahnya yang mengakibatkan makanan menjadi keluar. Padahal bayi berniat untuk menelannya dengan menjulurkan lidahnya menurut kebiasaannya menyusu. Dan keahliannya menelan akan semakin mahir dari waktu ke waktu.

sumber: http://id.theasianparent.com/

8 Trik Ciptakan Happy Baby

CIPTAKAN HAPPY BABY

Anda boleh bangga, tiga minggu setelah melahirkan, Anda mulai mahir membedakan ‘irama’ tangis pertanda si kecil lapar, dan pertanda popoknya basah. Hari demi hari pun, kemampuan Anda sebagai orangtua baru terus meningkat. Anda pun semakin percaya diri. Namun tetap saja ada rasa cemas menyelinap di benak. Cukupkah makannya? Apakah tangisnya itu normal? Bahagiakah ia? Inilah beberapa hal yang bisa mencirikan bayi sehat ,dan bahagia lewat perilaku, temperamen, dan penampilannya.

1. SERING GANTI POPOK
Sebagai ibu baru, Anda mungkin merasa ASI tidak mencukupi kebutuhannya, apalagi ia sering menangis. Anda menduga ia kelaparan. Anda pun khawatir si kecil tidak tumbuh dan berkembang dengan baik. Ternyata, jika Anda sering mengganti popoknya, paling tidak 8 - 10 kali sehari, Anda tak perlu khawatir. Itu adalah pertanda yang baik jika kebutuhan makannya terpenuhi.

2. SENANG TERSENYUM & MENATAP
Senyum dan tertawa, menurut, Dr Caspar Addyman dari Birkbeck College London, Inggris yang melakukan riset tentang senyum dan tawa bayi, kedua hal tersebut merupakan alat komunikasi yang penting bagi bayi sebelum kemampuan bahasa mereka berkembang. Saatnya bagi Anda untuk sering mengajaknya bermain agar senyumnya berkembang beriringan dengan kemampuan bahasanya, karena ia sering mendengar Anda mengajaknya bicara.

3. TANGIS MEREDA OLEH SUARA
Menangis adalah alat komunikasi utama bayi di awal kehidupannya. Lewat itu ia mengungkapkan rasa ngantuk, lapar atau ingin ganti popoknya yang basah. Tangisnya akan reda jika Anda memenuhi kebutuhannya. “Saat ia menangis dan orangtua merespon tangisnya, bayi akan belajar bahwa Anda bisa membuatnya tenang,” kata Linda Gilkerson, Ph.D. Direktur The Irving B. Harris Infant Studies Program, Erikson University, Illionis, AS. Respon si kecil yang tenang itu juga sebagai tanda mulai terbangunnya hubungan yang baik antara si kecil dengan Anda.

4. SERING TAMPAK DIAM
Di minggu awal kelahirannya, aktivitas utama si kecil adalah minum susu dan tidur. Hampir setiap 2 jam sekali ia minum susu. Ia pun tidur 16 jam. Namun di usia 1 bulan, bayi mulai berkurang jam tidur. Saat bangun ia mulai ‘mengamati’ dan ia mulai fokus saat melihat sesuatu. Coba saja Anda menunjukkan mainan berwarna cerah di dekatnya. Anda akan melihat, benda itu mencuri perhatiannya. Jika ia sedang rewel, benda itu pun bisa membuatnya tenang. Di usia ini, si kecil sedang berusaha untuk mengamati sekelilingnya dan memproses semua informasi itu di benaknya.

5. TERTARIK DENGAN SUARA
Sebetulnya, sih, bayi sudah bisa mendengar sejak lahir, namun membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mendengar suara secara jelas. Suara AC yang berdesis, suara musik dari televisi atau yang terdengar saat melewati toko musik, cukup akan membuatnya mencari-cari datangnya suara. Suara itu juga membuatnya ‘terhibur’. Coba saja Anda membuat suara konyol, membunyikan bibir, membuat suara mobil atau motor menderu misalnya, bisa membuatnya tertawa. Semua reaksi yang ia berikan itu menandakan telinganya sehat dan pendengarannya baik.

6. TERPANA MELIHAT WARNA & BENTUK
Anda akan melihat pandangannya terpana dan tertuju kepada benda yang berputar-butar seperti kipas angin. Itu pertanda perkembangan padangannya telah mengalami kemajuan. Bayi baru mampu melihat secara jelas dalam rentang 8 – 12 inci, sama dengan jarak dari wajahnya saat menyusu ke wajah Anda. Beberapa riset menemukan, bayi lebih menyukai gambar wajah dibanding gambar yang lain. Di usia 2 bulan rata-rata bayi mulai senang melihat pola, warna cerah dan benda-benda yang berputar.

7. SEMAKIN KUAT
Di usia satu bulan, saat tidur tengkurap, Anda akan mulai melihat ia mencoba mengangkat kepala. Ia akan berusaha menggerak-gerakkan lehernya saat berada di gendongan Anda. Di usia 3 bulan, bayi semakin ahli dan senang menahan kepala, kemudian menggerakkan lehernya. Itu pertanda si kecil sedang melatih otot-ototnya. Mulailah memberinya waktu untuk tummy time, yang akan membantu mengembangkan perkembangan otot
termasuk kemampuannya berguling dan duduk. “Bayi yang tak memiliki cukup tummy time, cenderung telat berguling duduk dan merangkak dibanding normal,” kata Dr. Jennifer Shu, penulis buku Heading Home With Your New Born, bersama Dr. Laura Jana.

8. TENANG & TIDUR TERATUR
Anda mulai tidak lagi sering mendengar tangisnya. Ia kini ia mulai sering tampak tenang. Secara perlahan ia mulai pandai beradaptasi dengan lingkungan barunya di luar rahim. Tidurnya pun semakin nyenyak. Bahkan, beberapa bayi mulai memiliki jam tidur rutin di usia 4 bulan yang akan membuat Anda bisa merencanakan dan mengatur kegiatan. Anda bisa merencanakan me time untuk mengajak teman menonton film terbaru, dan mengunjungi restoran yang selama hamil tidak bisa Anda datangi. Namun, jika bayi usia 4 bulan masih makan dan tidur dalam jam yang tidak teratur, cobalah untuk mengatur ulang jadwal aktivitasnya sehari-hari.

sumber: www.ayahbunda.co.id

Rabu, 22 Juni 2016

Tepat Memilih Video Games Untuk Anak

TEPAT MEMILIH VIDEO GAMES UNTUK ANAK

Video game mampu menyihir anak hingga terlena dan lupa waktu. Namun sebenarnya, video games memiliki sisi baik dan buruk yang perlu menjadi catatan orangtua.

SISI POSITIF VIDEO GAMES

1. CERDAS BERBAHASA
Konsentrasi anak saat bermain game terjadi saat gelombang alfa pada otak berjalan aktif sehingga membuat informasi lebih mudah terserap. Akibatnya, perbendaharaan kata-kata yang ia tangkap dalam video games akan lebih mudah diingat oleh anak.

2. CERDAS SPASIAL
Kecerdasan spasial adalah kemampuan untuk penalaran abstrak. Pada anak usia 3-4 tahun yang aktif menggunakan komputer disertai aktivitas pendukung lainnya akan memperoleh peningatan signifikan dalam berpikir abstrak serta mampu menyelesaikan masalah dengan strategi.

3. CERDAS LOGIKA DAN MATEMATIKA
Ada tiga hal yang anak pelajari saat bermain games, yaitu memecahkan masalah dan kemampuan untuk meresponnya, memahami pola permasalahan dan wawasan pengetahuannya berkembang. Saat bermain games anak akan diminta untuk mengikuti instruksi dan jalan cerita games serta menggunakan logika untuk menyelesaikan permainan. Video games juga mengajarkan anak konsep matematika, seperti puluhan, ratusan, ribuan. Dia juga belajar konsep operasional seperti penambahan, pengurangan, besar-kecil, serta kali lipat.

4. CERDAS MUSIK
Musik dan video games tidak pernah terpisahkan. Setiap games biasanya diiringi musik tertentu dengan ketukan yang memberi semangat. Untuk anak-anak yang memang punya bakat musik akan memperhatikan hal tersebut. Selain itu, saat bermain games biasanya ada bunyi-bunyian seperti “cring-cring” suara koin berjatuhan saat dapat poin, suara fanfare saat memenangkan satu level atau “tetot” saat ada yang salah. Bunyi-bunyian seperti ini mengajarkan anak tentang ekspresi!

5. CERDAS INTRAPERSONAL
Saat bermain video games jarang ada yang bisa langsung menyelesaikan semua level permainan dalam percobaan pertama. Biasanya semakin sulit level permainan, perlu beberapa kali mencoba sebelum akhirnya bisa naik ke level selanjutnya. Hal tersebut menumbuhkan perasaan kompetitif untuk terus bisa naik ke level permainan selanjutnya. Selain itu, anak jadi termotivasi untuk menyelesaikan tantangan games tersebut.

SISI NEGATIF VIDEO GAMES

1. MENURUNKAN CERDAS INTERPERSONAL
Video games bisa menghipnotis anak untuk mengacuhkan dunia sekitar jika sedang asyik bermain, padahal anak perlu bersosialisasi dengan orang lain.

2. MENURUNKAN CERDAS NATURALIS
Saat bermain games, mata anak terpaku pada layar monitor saja sehingga hanya berkutat di dalam rumah saja dan melewatkan pemandangan di luar rumah. Meski games yang dia mainkan menampilkan pemandangan alam, anak tidak merasakannya langsung. Dia tidak tahu seperti apa wangi bunga atau tekstur kulit pohon yang kasar.

3. MENURUNKAN CERDAS KINESTETIS
Terlalu banyak bermain video games anak bisa jadi pemalas karena terus duduk di depan layar monitor. Sebuah penelitian menemukan hubungan antara lamanya permainan video games bisa meningkatkan risiko anak obesitas.

PEMILIHAN VIDEO GAMES YANG TEPAT

Video game tidak semua buruk. Jika dimainkan secara proporsional, video games bukan barang berbahaya. Permainan ini malah memiliki sejumlah manfaat positif untuk mendukung proses tumbuh kembang anak. Yang berbahaya, banyak orangtua belum menyadari bahwa jika anak main games tanpa dikontrol, mereka terancam kecanduan.

Cukup banyak games bagus, yang bisa mengajarkan anak cara menyelesaikan masalah, memiliki strategi dalam bertindak, merencanakan tindakan dan melatih koordinasi mata-tangan. Setelah tahu bagaimana melindungi anak dari ancaman kecanduan games, sekarang, yuk, pilih games yang tepat!

1. Pilih yang sesuai dengan kemampuan anak, tahapan perkembangan, dan memiliki tingkatan permainan sehingga anak menguasai permainan secara bertahap, dari mudah hingga sulit.

2. Cari yang memberi anak kesempatan untuk membuat keputusan dan mengekspresikan kesukaannya. Misalnya, anak bisa menentukan bentuk, warna sampai pakaian yang dikenakan oleh karakter tokoh. Hal ini juga mengembangkan kemandirian dan kontrol diri.

3. Bisa dimainkan beberapa pemain sekaligus. Saat bermain bersama, ciptakan interaksi, misalnya dengan menanyakan apa yang ia pelajari dari permainan dan bagaimana perasaannya ketika menang atau kalah.

4. Tidak menampilkan kekerasan, baik tindakan atau perkataan, tidak menampilkan stereotipe terhadap golongan tertentu, misalnya penjahat selalu orang kulit hitam, dan lain-lain. Coba dulu suatu permainan sebelum memberinya pada anak.

sumber: www.ayahbunda.co.id