Selasa, 31 Mei 2016

El-Hana Ramadhan Cre-Activity Pack

Deskripsi

Alhamdulillaah, bulan Ramadhan, bulan mulia yang penuh keberkahan, bulan yang selalu dirindukan umat Islam setiap tahunnya, hampir tiba! Bagaimana agar anak-anak bisa terlibat dengan aktif di bulan penuh rahmat ini? Tentunya dengan mengenalkan mereka akan ibadah-ibadah baik yang wajib maupun dianjurkan bagi kaum muslimin untuk melakukannya. El-Hana kali ini mengeluarkan produk terbaru khusus Ramadhan, untuk memfasilitasi orang tua dalam mengajarkan berbagai materi keislaman dengan cara yang bisa membuat anak-anak semangat.

Ramadan Cre-Activity Pack hadir sebagai media penyemangat untuk belajar puasa, lebih akrab dengan Al Qur'an dan belajar tentang adab-adab sehari-hari. Paket ini berisikan beberapa poster interaktif, yang dilengkapi stiker warna-warni dan berbagai variasi bahan untuk berkreasi. Apa saja yang ada di dalam Ramadan Cre-Activity Pack?

1. Poster Ramadan Chart and Game (dilengkapi 30 stiker bulat "Alhamdulillah aku puasa" dan 30 stiker persegi panjang berisi gambar dan kosa kata dalam Al Qur'an).

- Poster Ramadhan Chart and Game dapat ditempelkan di dinding untuk kemudian ditempeli stiker di atasnya. Stiker bulat ditempelkan di kolom bulat, untuk memotivasi anak-anak setiap harinya belajar puasa dengan menempelkan sesuai urutan hari (dari angka 1-30 hijriyyah). Anak usia balita yang belum belajar puasa juga bisa menempelkan stiker tersebut sebagai penanda telah berlalunya satu hari di bulan Ramadhan, sambil menghitung sisa hari yang ada di bulan Ramadhan.

- Stiker kosa kata di dalam Al Qur'an ditempelkan di tengah-tengah poster di atas kolom-kolom persegi panjang dengan angka 1-30 latin. Setiap hari anak-anak bisa menempelkan satu stiker kosa kata pilihan, lalu orang tua bisa membacakan ayat dalam Al Qur'an dan terjemahannya, mengenai kata tersebut. Orang tua juga bisa menceritakan sedikit mengenai ayat tersebut dengan lembaran tasfir yang sudah kami sediakan. Berikutnya, kata pilihan tadi bisa dijadikan tema dalam beraktivitas di hari itu. Baik membaca buku mengenai kata tersebut, melakukan pengamatan atau membuat suatu kreasi.

Dengan mengetahui kosa kata yang biasa mereka jumpai sehari-hari ada di dalam Al Qur'an, diharapkan anak-anak semakin merasa akrab dengan Al Qur'an. Diharapkan juga anak-anak mengetahui betapa banyak ciptaan Allah yang memiliki hikmah, seperti bulan, matahari, awan, susu, sampai kisah-kisah di balik beberapa binatang yang disebut dalam Al Qur'an. Semakin akrab dengan Al Qur'an, sehingga tumbuh kecintaan terhadapnya.

2. Bahan untuk melakukan kreativitas (jika ingin berkreasi sesuai kata yang dipilih dari stiker kosa kata Al Qur'an), terdiri dari:
stik kayu, kawat bulu tebal, pompom, payet, foam/busa ati, lem putih, kertas origami dan kertas pola bergambar.

3. Poster Adab Sehari-hari
Ada 4 poster adab sehari-hari yang dapat ditempelkan di dinding oleh orang tua, terdiri dari: poster adab makan, poster adab tidur, poster adab di kamar mandi dan poster adab bertamu. Mengamalkan adab sehari-hari berarti mengamalkan sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Dengan memajang poster-poster tersebut, anak-anak bisa teringat untuk mempraktekkan adab-adab tersebut dalam aktivitas keseharian. Poster-poster ini dapat terus dipajang meskipun Ramadhan telah usai.

Spesifikasi:
- Poster Ramadan Chart and Game berukuran A2 berbahan art karton dengan laminasi glossy
- Semua stiker berbahan kromo lintex dengan laminasi glossy
- 4 poster adab berukuran A3+ berbahan art paper 150 gram dengan varnish glossy
- 20 stik kayu polos
- 10 helai kawat bulu (pipecleaner tebal) panjang kurang lbh 15 cm
- 10 butir pompom 3 cm dan 15 butir pompom 2cm
- 1 bungkus payet silver
- 1 bungkus payet biru metalik
- 4 lembar busa ati eva (foam) berukuran 15x15 cm (hitam, putih, kuning, biru)
- 20 lembar kertas origami campur warna berukuran 12x12 cm
- 1 tube lem putih pvac
- Kartu bergambar ikan paus, gajah, sapi, burung hudhud, buah tin, buah zaitun, buah dan pohon kurma, dan masjid (kartu bergambar ini bisa dijadikan pola jiplakan pada kertas origami atau busa ati, bisa diwarnai, dilukis, dibuat kolase atau kreasi lainnya)

NB : AlQur'an TIDAK TERMASUK dalam paket.

Ramadhan Cre-Activity Pack
Usia 5+ ( Dibawah 5 tahun dengan pendampingan penuh)
Rp 85.000
520 gr

El-Hana My Busy Book

Deskripsi

Seri lain dari produk Busy Bag yang dikemas berupa buku/binder, dengan board cover yang kokoh, tebal dan menarik, sehingga memudahkan penyimpanan Busy Book.

Ada 10 permainan interaktif bagi anak balita/pra sekolah di dalam My Busy Book, terdiri dari:

1. Tying Shoelaces
Permainan belajar mengikat tali sepatu

2. Deep Sea Tracing
Olah motorik halus anak dengan menarik garis mengikuti garis putus-putus pada gambar aneka obyek di laut, dengan menggunakan spidol white board

3. Animal Shapes Matching
Permainan memasang 8 bentuk geometri sesuai dengan gambar binatang yang tepat

4. Fun Maze
Permainan mencari jalan mencapai tujuan, menggunakan spidol white board

5. Pizza Topping
Bermain peran meletakkan kepingan topping pizza ssesuai keinginan, sambil menghitung tiap topping dan melingkari angka yang tepat sesuai jumlahnya

6. Caterpillar Counting
Berhitung sambil menempelkan bulatan angka di bulatan caterpillar yang tepat. Belajar berhitung sambil mengurutkan angka sesuai urutannya

7. Inside The House
Permainan mengenal macam-macam ruangan di dalam rumah, dan memasang kepingan ruangan tersebut di tempat yang tepat

8. Fitting Clothes
Mengenal perbedaan pakaian laki-laki dan perempuan sambil bermain pasang dan lepas baju sesuai kebutuhan (bermain, sekolah, berpergian dan ke masjid)

9. Robotic (Robot Shadow Matching)
Permainan mencocokkan kepingan gambar robot sesuai bayangannya

10. Mini Road Map
Permainan mengenal macam-macam fasilitas umum seperti sekolah, Rumah Sakit, masjid, dll, sambil bermain peran. Bisa untuk pengenalan arah, belok kanan, kiri, dsb.

Spesifikasi:

- 10 permainan dan 15 halaman full colour ukuran A5, berbahan Art Carton 400 gram dengan laminasi glossy
- Kepingan-kepingan berbahan Art Carton 400 gram yang ditempel dengan velcro bulat
- Ring besi di tengah binder
- Box karton di bagian belakang untuk menyimpan kepingan
- Cover dari board tebal full colour
- Spidol White Board bisa dihapus

410gram (p x l x t = 19cm x 22.5cm x 3.5cm)

Rp 100.000

El-Hana First Busy Bag

Deskripsi

Permainan-permainan dalam first busy bag bertujuan untuk melatih kecakapan-kecakapanan dasar yang perlu dimiliki Anak balita, diantaranya :

· Mengenal abjad, warna, buah, angka
· Melatih kemampuan klasifikasi dan memasangkan
· Melatih konsentrasi dan daya ingat
· Melatih motorik halus dengan aktivitas menjumput benda kecil dan menjepit
· Melatih kecerdasan spasial (pada stick shaping)
· Mengembangkan kreativitas
· Melatih koordinasi mata dan tangan
· Melatih kemampuan memecahkan masalah
· Menstimulasi otak kanan dan kiri
· Melatih indera sensorik
· Membangun inisiatif
· Menumbuhkan kepercayaan diri
· Membangun kedekatan orang tua dan anak
· Jika dimainkan bersama dapat membangun rasa empati,menahan diri, kemampuan menunggu dan bergiliran, serta kemampuan sosial lainnya.

First busy bag el hana terdiri dari 6 permainan seru untuk anak usia 2-6 tahun.

1. sorting ABC : mencocokkan huruf besar dg huruf kecil pada sorting mat
2. stik shaping : menyusun stik warna sesuai pola pada kartu
3. matching card : mencocokkan gambar buah yg sama
4. sorting color and shape : mengelompokkan keping geometri berdasarkan warna dan bentuk
5. counting : menghitung gambar pada kartu kemudian menjawab dg cara dijepit dg jepit kayu
6. caterpillar : menyusun kancing sesuai pola kartu caterpillar

spesifikasi :
Bahan art carton
3 sorting mat : ABC, shape dan color
6 kartu contoh stik
12 kartu gambar buah
4 kartu berhitung
5 kartu catterpillar
26 keping abjad
16 keping geometri
4 jepit kayu
stik aneka warna
kancing aneka warna
eksklusif bag

El-Hana Rainbow Busy Bag

Deskripsi

Satu kantong cantik berisi 5 permainan edukatif untuk mengasah kemampuan motorik halus, kognitif, serta imajinasi balita anda.
Disebut rainbow (pelangi) karena semua alat main dalam busy bag ini berwarna-warni seperti pelangi. Begitupun kemasan tas yang membungkusnya juga berwarna-warni, ciri khas dunia anak, penuh warna, cerah dan ceria.
Permainan-permainan Rainbow Busy Bag bertujuan untuk melatih kecakapan dasar yang perlu dimiliki balita, diantaranya :
•Mengenal angka dan warna
•Menjumlah dan menghubungkan jumlah dengan lambang bilangan
•Melatih kemampuan mencocokan/memasangkan
•Mengasah motorik halus dengan meronce dan menjahit serta menjumput benda kecil
•Melatih koordinasi mata dan tangan
•Melatih kemampuan menyelesaikan masalah
•Mengembangkan kreaktivitas
•Mengasah imajinasi
•Melatih konsentrasi
•Menstimulasi otak kanan dan kiri
•Melatih indera sensorik
•Membangun inisiatif
•Menumbuhkan kepercayaan diri
•Membangun kedekatan orang tua dan anak
•Jika dimainkan bersama dapat membangun rasa empati,menahan diri, kemampuan menunggu dan bergiliran, serta kemampuan sosial lainnya.

Isi permainan dalam Rainbow Busy Bag adalah:

1. Meronce manik (Threading)
Berisi 3 kawat bulu warna-warni dan manik-manik aneka warna.
Permainan ini adalah permainan meronce yang bisa berguna untuk melatih motorik halus anak, konsentrasi, serta koordinasi mata-tangan. Hasil meronce bisa dibuat untuk gelang, kalung, dekorasi, dll. Ketiga kawat bulu juga bisa digunakan untuk membuat nernagai macam kreasi lain atau alat main untuk melenturkan otot-otot jari. Manik dapat digunakan untuk permainan #sensorybin.

2. Menjahit (Lacing)
Berisi 4 kartu jahit bergambar cuaca dan tali kur 4 warna.
Permainan ini adalah permainan menjahit yang bisa berguna untuk melatih motorik halus anak, konsentrasi, serta koordinasi mata-tangan. Keempat kartu jahit dapat digunakan untuk mengenalkan aneka macam benda langit ciptaan Allah, pelengkap storytelling, display untuk penjelasan ilmiah tentang matahari, bulan, awan, bintang dan pelangi.

3. Pompom Counting
Berisi kartu angka dari 1-10 dan 55pc pompom 1 cm yang digunakan bersama dengan kartu angka.
Permainan ini adalah permainan menghitung jumlah benda dan mencocokkan dengan lambang bilangan yang sesuai, juga mencocokkan warna pompom dengan warna pada angka. Kartu angka dapat digunakan untuk mengenalkan angka 1-10, alat bantu belajar penjumlahan, pengurangan, dll. Pompom dapat digunakan juga untuk permainan olah sensori motor.

4. Es Krim Flanel
Berisi stik 8 warna dan kantung flanel 8 warna yang dapat dipasangkan menjadi seperti es krim.
Permainan ini adalah permainan mencocokkan stik kayu dengan kantung flanel berwarna yang sama, sehingga membentuk menyerupai es krim. Selain untuk mencocokkan warna, es krim flannel dapat digunakan untuk bermain peran (jual-jualan, dll), alat bantu berhitung, dsb.

5. Rantai Ring Flanel
Berisi 10 helai flanel yang digunakan untuk membentuk rantai ring.
Permainan ini adalah permainan meronce/melingkarkan flanel menjadi ring secara berurutan sampai membentuk rantai yang bisa berguna untuk melatih motorik halus anak, konsentrasi, serta koordinasi mata-tangan. Lembaran-lembaran flanel juga bisa digunakan untuk mengenal berbagai warna, bentuk geometri serta gelan-gelangan anak.

6. Instruksi Permainan
Kelima permainan diatas dijabarkan dalam lembar instruksi khusus yang kami sertakan di dalam Rainbow Busy Bag.

Pretend Play untuk Balita

Bermain peran atau socio-dramatic, lazim dilakukan anak-anak 3-5 tahun. Tidak usah heran, anak senang bermain dokter-dokteran, masak-masakan, atau bahkan perang-perangan. Menurut banyak ahli, bermain peran bukanlah permainan tanpa makna, namun justru penting bagi perkembangan emosional, mental, intelektual, bahkan fisik anak. Di bawah ini ada beberapa manfaat dari bermain peran yang perlu diketahui:
1. Membangun kepercayaan diri

Dengan berpura-pura menjadi apapun yang anak inginkan, misalnya putri atau superhero, dapat membuat anak dapat “merasakan” sensasi menjadi karakter-karakter tadi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.

2. Mengembangkan kemampuan bahasa

Saat bermain peran, anak pastinya akan berbicara seperti karakter atau orang yang diperankannya. Hal ini dapat memperluas kosakata anak dan melatihnya berpidato. Sering mengulangi dialog yang biasa ia dengar dari sebuah adegan dapat membuat anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

3. Meningkatkan kreativitas dan akal

Saat bermain peran, kreativitas anak akan terbawa keluar, sehingga anak menjadi banyak akal saat mencoba membangun dunia impiannya. Misalnya, kardus-kardus dibuat menjadi istana, bayangan-bayangan dari jari-jarinya yang bermain menjadi bentuk hewan, dan sebagainya.

4. Membuka kesempatan untuk memecahkan masalah

Pada situasi tertentu saat bermain peran, pikiran anak akan terlatih untuk menemukan solusi jika ada masalah terjadi. Misalnya, ketika boneka bayinya ditidurkan, anak akan menyadari bahwa bayi butuh selimut untuk tetap hangat. Denga memecahkan msalah saat bermain dapat membantu membangun kepercayaan diri anak saat nantinya harus mengatasi masalah di kehidupan nyata.

5. Membangun kemampuan sosial dan empati

Dalam bermain peran, anak sedang menempatkan dirinya dalam pengalaman menjadi orang lain. Menghidupkan kembali sebuah adegan bisa membantu dia menghargai perasaan orang lain sehingga dapat membantunya mengembangkan empati. Selain itu, karena bermain peran lebih menyenangkan dilakukan bersama teman, anak dapat belajar berkomunikasi, bergiliran, dan berbagi peralatan atau mainan bersama temannya.

6. Memberi mereka pandangan positif

Anak-anak memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Bermain peran dapat membantu anak bermimpi dan berusaha mencapai mimpi dan cita-citanya.

Talking English dari Grolier

Talking English dan Fun Thinkers adalah duo best seller dari Grolier.

MAIN TALKING ENGLISH SAMPAI NGELUPAIN TAB

Keysha sehari ini tidak pegang tab nya sama sekali.. banyak sekali yang dia pelajari dengan kemauannya sendiri.. subhanallah semangat belajarnya luar biasa..

Seharian Keysha belajar buku Talking English, lengkap dg e pen yang full music.. bikin makin seru belajar 6 buku hari ini.. dan hampir kebanyakan vocab yang ada dalam buku dia kuasai semua mulai dari count the number, colour, shape, a-z.. gak menyangka kemampuan berbahasa inggris Key yang masih 2 thn 8 bulan sudah sedemikian pesat. Yang bikin melongo saat dia bilang

Keysha : "no, i am not"

Saat papanya pulang langsung deh ngajak main lagi.. dan papa dengan bangganya berkata "gak rugi ya ma belikan buku talking english buat keysha"

Otak bayi di usia 0-7 tahun adalah masa perkembangan bgmn neuron2 nya akan banyak yang saling bertautan dg stimulasi2 yang kita berikan.. Dengan banyak membacakan buku.. neuron dalam otak akan semakin banyak yang bertautan dan meningkatkan kecerdasannya..seperti halnya spons.. anak kita menyerap informasi apa saja yang dia dengar dia lihat.. jadi perbanyak berikan stimulasi di masa GOLDEN AGE nya.. sebelum terlambat..

Talking english memang istimewa

_Cerita Bunda Dini.

Wah ceritanya seru, lagu2nya apalagi... gak berasa lagi belajar, taunya main Talking Pen akan membacakan cerita dan bernyanyi bersama adik2... Ada 20 jilid buku yang bisa dieksplorasi lhoo.

Senin, 30 Mei 2016

Sensory Play untuk Balita

Anak takut berada di tempat baru? Enggan bermain kotor-kotoran? Pendiam atau malah terlalu aktif?
Yuk kita ajak anak bermain sensori. Istilah sensory play barangkali baru dikenal akhir2 ini ya, apa sih sebenarnya sensory play itu? Apa manfaatnya? Apa perananannya dalam perkembangan anak?

Apa sih yang dimaksud dengan "Sensory play"? Mungkin belum semua orang familiar dengan istilah ini ya...

Sensory play berasal dari kata sense dan play. Kata sense atau yg lebih sering disebut dengan indera, adalah 5 indera manusia yg terdiri dari: penglihatan (mata), penciuman (hidung), pendengaran (telinga), perabaan (kulit) dan perasa/pengecapan (lidah), serta ditambah dengan pergerakan (proprioseptif: otot dan sendi) serta keseimbangan (vestibular: telinga bagian dalam). Kata play yg memiliki arti bermain. Sehingga sensory play adalah permainan yang mendorong anak-anak untuk menggunakan satu indera atau lebih, misalnya permainan mengejar cahaya, main tebak suara, main mencium beragam bau, main lompat-lompat mengikuti garis, main pasir dan air, dan sebagainya.

Anak berkembang bukan karena faktor genetik saja, tetapi juga karena stimulus lingkungan. Ketika stimulus lingkungan terjadi, dan masuk ke dalam otak, kemudian diproses sedemikian rupa oleh sistem syaraf pusat yg akan menghasilkan sebuah sensasi dan sensasi tersebut yg mendorong agar indera-indera anak bergerak memberikan respon pada stimulus tadi. Semakin banyak stimulus yg diberikan, semakin banyak anak mendapatkan pengalaman. Setiap stimulus yg diberikan akan menghasilkan respon yang berbeda. Tugas orang tua adalah untuk memfasilitasi anak mendapatkan pengalaman-pengalaman itu agar bank data di otak anak semakin banyak dan beragam.

Level of Arousal
adalah keadaan fisiologis dan psikologis yang reaktif terhadap sebuah rangsangan. Ini melibatkan aktivasi sistem retikuler pengaktif di batang otak, sistem saraf otonom dan sistem endokrin, yang menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah dan kondisi kewaspadaan sensorik, mobilitas dan kesiapan untuk merespon. Level of arousal terdiri dari beberapa tingkatan :
1. Slow
2. Just right
3. Fast

Pernah menonton film Winnie the Pooh? Ada tokoh Eeyore yg lambat dalam merespon sesuatu (slow), ada juga Tiger yg tidak mampu mengendalikan diri (fast/high) dan tokoh pooh yg tepat utk menggambarkan level just right, tenang dan siap adalah kondisi optimal otak. Tujuan dari sensory play adalah menetapkan anak pada level 'just right' agar anak tetap tenang ketika merespon suatu stimulus.

Kenapa Sensory play perlu?
Piramida belajar :
7. Central Nervous System (sistem syaraf pusat) bertugas mengolah input input yg diterima melalui indera sehingga bisa menghasilkan output berupa respon.
6. Sensory System (sistem indera) sistem ini seperti perantara bagi otak, sehingga stimulasi yg masuk dari luar dan dalam tubuh dapat disampaikan dengan baik ke otak. Apabila sistem ini kacau, maka otak akan kesulitan memproses informasi dari stimulasi yg masuk, atau bahkan data2 tersebut tidak dapat masuk sama sekali ke otak.
5. Body awareness dan motor planning, pada level ini terjadi koordinasi antara sensori (indera) dengan motorik (gerak) misalnya keseimbangan, perencanaan gerak atau koordinasi antara kedua tangan.
4. Eye and hand coordination + postural adjustment, pada level ini anak akan mampu untuk mencerna atau memahami sesuatu, anak dapat mempertahankan atensi, kontak mata, koordinasi mata-tangan.
3. Fokus, konsentrasi, kombinasi kerja antar indera yg sudah terasah baik.
2. Daily living behavior, anak dapat belajar mandiri, berperilaku baik serta melakukan aktifitas secara mandiri.
1. Kesiapan akademis, semua berpuncak pada kemampuan anak utk belajar secara maksimal.

Masing-masing orang mempunyai kapasitas sensor yg berbeda beda. Pada umumnya orang dewasa mampu membedakan mana yg mereka sukai atau yg tidak mereka sukai, mana yg mereka bisa atau tidak. Lain halnya dengan anak-anak, yg belum tau batasan antara suka atau tidak, mana yg mereka mampu lakukan mana yg tidak. Tugas orang tua adalah memberikan pengalaman sebanyak-banyaknya agar anak mengetahui kemampuan dirinya. Contohnya, tenaga yg dikeluarkan utk mengangkat sebuah pot berisi tanaman tentulah berbeda dengan tenaga yg digunakan utk mengangkat sebuah pinsil. Orang dewasa
mampu membedakan mana yg mereka sukai atau yg tidak mereka sukai, mana yg mereka bisa atau tidak. Lain halnya dengan anak-anak, yg belum tau batasan antara suka atau tidak, mana yg mereka mampu lakukan mana yg tidak. Tugas orang tua adalah memberikan pengalaman sebanyak-banyaknya agar anak mengetahui kemampuan dirinya. Contohnya, tenaga yg dikeluarkan utk mengangkat sebuah pot berisi tanaman tentulah berbeda dengan tenaga yg digunakan utk mengangkat sebuah pinsil. Orang dewasa mungkin paham diantara 2 aktivitas itu mana yg menggunakan tenaga lebih besar, mana yg menggunakan tenaga kecil. Namun, kondisi balita belum stabil layaknya orang dewasa, sehingga ada beberapa balita yg memegang gelas berisi air kemudian tumpah. Oleh karena itu, mereka butuh pengalaman sebanyak-banyaknya sehingga mereka puas bereksplorasi.

Manfaat bermain sensori :
1. Melatih perkembangan otak
Cara kerja otak : semakin banyak informasi/pengalaman yg diberikan, semakin lengkap dan banyak bank data yg tersimpan. Otak semakin distimulasi maka akan semakin kokoh, sebaliknya jika tidak dilatih otak akan kurang bekerja.

2. Melatih regulasi diri
Tujuan yg diharapkan adalah menempatkan anak pada just right state, dimana anak pada level ini lebih tenang dan siap utk menerima stimulasi.

3. Meningkatkan bonding
Ketika orang tua menemani dan bermain bersama anak, saat itu pula orang tua sendang membangun ikatan batin dan kedekatan bersama buah hati.

4. Membantu perkembangan bahasa, motorik halus kasar, kognitif, sosial emosional, dan kreativitas.

5 Prinsip dasar belajar sensori :
1. Mulai dari yang disukai anak
Terkadang orang tua bingung, mau mulai bermain dari mana? Awali permainan sensori dengan yg disukai anak, maka anak dengan mudah menerima ajakan bermain tersebut.

2. Pemberian struktur
Jika anak sudah mulai mau diajak bermain, ibu bisa lebih mempersulit atau memberikan tantangan lebih pada permainan tersebut.

3. Invitation to play
Ketika mengajak anak bermain, orang tua tidak bisa memaksakan bahwa sang anak harus bermain permainan yg telah disiapkan sampai selesai. Tunggu sampai anak siap dan mau, kita tidak bisa memaksa.

4. Tidak mudah menyerah
Jika hari ini anak tidak mau mencoba permainan yg sudah disiapkan, maka coba lagi lain waktu. Mungkin saja pekan depan ia sudah mau mencoba kembali.

5. Fleksibel dan fokus
Dalam mengajak bermain jangan terlalu kaku, santai saja dan lakukan dengan fokus agar hasil menjadi lebih maksimal.

Kegiatan dalam bermain sensori :
Visual : Semua aktivitas yg berkaitan dengan indera penglihatan, misal permainan yg penuh dengan warna, bentuk, ukuran dsb.
Auditori : Semua aktivitas yg berkaitan dengan indera pendengaran, misal membedakan bunyi beras dalam botol dengan beras dalam kaleng, dsb.
Tactile : Semua aktivitas yg berkaitan dengan indera peraba (tangan), misal bermain pasir, air, biji-bijian, waterbeads, pompom, dsb.
Smell and Taste : Semua aktivitas yg berkaitan dengan indera penciuman dan pengecapan, misal semua yg berhubungan dengan sesuatu yg berbau atau yg berasa ketika dimakan.
Vestibular & Proprioseptif : Semua aktivitas yg berkaitan dengan indera gerak dan keseimbangan, misal bermain balok titian, melompat, berlari, dsb.

Kesimpulan :
1. Sensory play sangat penting utk menunjang kesiapan belajar anak.
2. Memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman kepada anak utk mengisi bank data dalam otaknya.
3. Meningkatkan bonding antara orang tua dan anak.